Archive for July, 2007

Tuesday, July 31st, 2007

Waktu masih berpangkat kapten, Feisal masuk sendirian ke sebuah bar
di Jalan Blora, lalu pesan satu gelas bir. Dia minum itu bir pelan-pelan,
tapi sebelum habis dia keluar sebentar. Didapatkannya bahwa jip yang dibawanya
tadi tidak ada lagi di tempat parkir. Ia masuk kembali ke bar dan mencabut
pistolnya, lalu menembakkannya ke atas sambil berteriak, "SIAPA DI ANTARA
BUSYET-BUSYET DI SINI YANG BERANI MENCURI JIP GUA?"

Tidak ada seorang pun dalam bar itu yang berani menjawab. Feisal menaruh
pistolnya di meja, lalu teriak lagi, "OKE, DEH GUA PESAN SATU GELAS BIR
LAGI, DAN KALAU NANTI GUA HABIS MINUM ITU JIP KAGAK KEMBALI LAGI DI TEMPATNYA,
GUA BAKAL LAKUKEN APA YANG GUE PERNAH LAKUKEN DI MANGGA BESAR!"

Ia pesan segelas bir lagi, dia tenggak, lalu dia melangkah ke luar.
Eh, itu jip memang betul sudah kembali ke tempatnya. Maka dia pun naik
ke mobilnya tapi kemudian teringat bahwa dia belum bayar birnya.

Waktu Feisal mau membayar, si penjaga bar bertanya, "Emangnya apa nyang
dulu Ente lakuken di Mangga Besar?"

Feisal: "Maksud lu waktu jip gua nggak kembali?". Si penjaga bar mengangguk.

Feisal: "Ya gua pulang, jalan kaki."

Test KelInci

Tuesday, July 31st, 2007

Kepolisian, ABRI, dan badan intelejen BIA saling menyombong bahwa merekalah
yang terbaik dalam menangkap penjarah yang sedang marak saat sekarang.
Soeharto merasa perlu untuk melakukan tes terhadap hal ini.

Soeharto melepas seekor kelinci kedalam hutan dan ketiga kelompok pengikut
tes di atas harus berusaha menangkapnya

BIA masuk ke hutan. Mereka menempatkan informan-informan di setiap pelosok
hutan itu. Mereka menanyai setiap pohon, rumput, semak dan binatang di
hutan itu. Tidak ada pelosok hutan yang tidak di interogasi. Setelah tiga
bulan penyelidikan hutan secara menyeluruh akhirnya BIA mengambil kesimpulan
bahwa kelinci tersebut ternyata tidak pernah ada.

ABRI masuk ke hutan. Setelah dua minggu kerja tanpa hasil, mereka akhirnya
membakar hutan sehingga setiap mahluk hidup didalamnya terpanggang tanpa
ada kekecualian. Akhirnya kelinci tersebut tertangkap juga hitam legam,
mati … tentu saja.

Kepolisian masuk hutan. Dua jam kemudian, mereka keluar dari hutan sambil
membawa seekor tikus putih yang telah hancur-hancuran badannya dipukuli.
Tikus putih itu berteriak-teriak: "Ya … ya … saya mengaku! Saya kelinci!
Saya kelinci!"