Archive for January, 2007

Semua Tenetang_KU

Monday, January 29th, 2007

hare ene aq merasa klo semua yg aq lakuin berkahi8r dengan tidak enak sama sekali…
aq merasa diriku renda bgt eng kecil ngga berdaya, gamapang terbawa oleh arus angin yang senantisa menghempaskan diriku kerruntuhan puing-puing yg kering.

matahri pagi ku masi kah engkau setia selalu menemani diriku..matahari pagi apakah cuma engkau yg bisa menamaniku…

Ada Dehh2

Thursday, January 25th, 2007

Seorang prajurit ABRI terbunuh dalam sebuah kontak senjata di pinggiran
Los Palos di Timor Timur. Nyawanya melayang, menuju ke pintu surga. Di
pintu surga tampak Santo Petrus sedang menjaga pintu masuk.

"Aku anggota ABRI," ujarnya kepada Petrus.

"Ya," kata Santo Petrus, "Anda tak boleh masuk, kami tak ingin ada keributan
di sini seperti yang terjadi di umum."

"Siapa yang mau masuk? Subversi ya!," hardik anggota ABRI itu. "Kuberi
waktu lima menit untuk segera mengosongkan tempat ini."

LOBANG KENCING

Wednesday, January 10th, 2007

Bejo  dan  Bini
masih  sangat  tabu  dengan  masalah  seks,  Di  malam  pertama
setelah  menikah,  mereka  sama-sama  kebingungan  apa  yang  harus
mereka  lakukan.

           Bejo  dengan  gelisah  dan  gemetaran  keluar  kamar
menemui  bapaknya,  "Pak,  tolong  Pak,  apa  yang  harus  saya
lakukan,  Pak,"  tanyanya.

           "Bodoh,  telanjanglah  dan  naik  ke  tempat  tidur,"
perintah  ayahnya.  Kemudian  Bejo  melakukan  apa  yang  disarankan
ayahnya.  Bini  terkejut  setengah  mati  melihat  kelakuan  suaminya.
Dia  pun  bergegas-gegas  keluar  kamar  bertanya  pada  ibunya
tentang  apa  yang  harus  diperbuatkannya.  "Telanjanglah  Nak,  dan
ikuti  suami  kamu,"  saran  ibunya.

           Kemudian  setelah  mereka  berbaring  dan  sama  diam
cukup  lama.  Bejo  keluar  kamar  dan  bertanya  kepada  Ayahnya
lagi,  "Pak,  apa  lagi  yang  harus  saya  lakukan  Pak,  padahal
saya  sudah  mengikuti  saran  Bapak,"  Sang  ayah  mulai  geregetan.
"Lihatlah  tubuh  istrimu  telanjang,  lalu  masukan  bagian  tubuhmu
yang  paling  keras  ke  tempat  kencing  istrimu."

           Tidak  lama  kemudian,  giliran  Bini  keluar  kamar
lagi  bertanya  dan  setengah  mengeluh  kepada  ibunya,  "Pedih….
Pedih  sekaliiii….  Bu,  apa  yang  harus  saya  lakukan  sekarang
bu?"  Dengan  tenang  Sang  ibu  menghibur  anaknya,  "Tenang,  tenang
dulu  Nak,  biasanya  pertama  kali  memang  pedih  sedikit,
seterusnya  udah  ndak  apa-apa,"  "Tapi,  ‘anu’  saya  pedih
sekali…Bu?"    ujar  Bini  mengeluh,  ibunya  balik  bertanya.
"Sekarang  ibu  mau  tahu,  apa  yang  sedang  dilakukan  suamimu."
Bini  setengah  mengeluh  lagi  dan  berkata.  "Dia….  Dia,  sedang
membenamkan  kepalanya  ke  dalam  lubang  kencing  saya,  Bu."